Tag: cara menangani anak hiperaktif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara menangani anak hiperaktif tentunya jauh berbeda dengan menangani anak normal pada umumnya. Yang jelas, memiliki anak hiperaktif akan memerlukan waktu perawatan yang lebih lama dan lebih intens jika dibandingkan dengan menangani anak normal seusianya. Untuk itu, sebagai orang tua bijak yang selalu bersyukur atas karunia Tuhan dalam wujud apapun, orang tua harus senantiasa belajar dan mencari tahu bagaiamana cara menangani anak hiperaktif agar si kecil senantiasa berkembang ke arah yang positif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang terjadi bahkan hingga yang bersangkutan menginjak usia dewasa. ADHD bisa mengenai siapa saja tetapi umumnya anak dengan karakter ini identik dengan mereka yang kesulitan dalam belajar.

Definisi Hiperaktif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Hiperaktif adalah suatu kondisi dimana seorang subyek kesulitan untuk megontrol aktivitasnya sendiri dan juga sulit mengendalikan respon yang diberikan pada stimulus yang ada di sekelilingnya. Hiperaktif sering pula disebut dengan ADHD yang merupakan abreviasi dari attention deficit hyperactivity disorder. Seorang anak dengan diagnosa ADHD memiliki kekurangan dalam meng-fokus-kan perhatiannya atau disebut juga inatensi. Karakter tingkah lakunya cenderung aktif, tidak bisa diam, dan juga impulsive. Anak dengan ciri yang tidak bisa fokus pada suatu hal dalam perkembangannya akan kesulitan untuk fokus pada satu titik dan perhatiannya sangat mudah teralihkan. Dan, anak dengan karakter inipun sangat mudah lupa. Dia juga akan mudah gelisah apalagi saat sedang duduk. Sisi negative yang paling menonjol adalah pada relasi sosialnya dimana anak penderita ADHD akan cenderung tidak sabar mengantre, emosional dan juga suka mengganggu kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Anak dengan kelainan ADHD akan cenderung memiliki karakter inatensi atau hiperaktif-impulsif dan bisa juga kombinasi dari kedua jenis ADHD tersebut. Umumnya, kelainan ADHD telah diidap sejak kecil. Kelainan ini bisa menjadi jauh lebih parah ketika yang bersangkutan tersebut telah masuk dalam komunitas tertentu dimana anggota dari komunitas tersebut adalah orang yang benar-benar lain dan bukan anggota keluarganya. Riset membuktikan bahwa penderita ADHD umumnya berjenis kelamin laki-laki dengan intensitas gangguan paling parah pada usia 6-12 tahun.

Penyebab Hiperaktif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Hingga saat ini, apa penyebab pasti dari ADHD atau anak dengan tingkah laku hiperaktif belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan seorang anak akan  berpotensi mengidap kelainan ADHD. Faktor-faktor tersebut adalah:

  1. faktor genetic

faktor genetic berkaitan dengan adanya anggota keluarga yang juga mengalami penyakit ADHD. Ada kecenderungan penyakit ini akan menurun pada si anak jika salah satu dari kedua orang tuanya mengidap hal yang sama.

  1. faktor kelahiran premature

faktor kelahiran premature yang disebabkan oleh banyak pemicu juga sangat mungkin menjadi penyebab seorang anak akan tumbuh dengan kelainan ADHD.

  1. faktor kelainan pada pusat sistem saraf

faktor ini cukup mendominasi pemicu ADHD atau gangguan hiperaktif pada si kecil. Kelainan pada sistem saraf pusat disebabkan oleh banyak hal seperti kurangnya porsi elemen pendukung fungsi otak ataupun adanya zat asing yang menganggu kinerja otak sehingga otak tidak bisa berfungsi secara maksimal.

  1. Kerusakan otak selama si kecil berada di dalam kandungan.

Ada cukup banyak penyebab kerusakan ini seperti si ibu yang mengonsumi obat-obatan terlarang dan juga minuman keras khususnya saat hamil, si kecil mengalami keracunan setelah lahir atau si ibu mengalami keracunan saat si anak masih dalam kandungan.

Gejala hiperaktif

Ada cukup banyak gejala ADHD atau anak dengan gangguan hiperaktif terkait tingkah lakunya. Gejala tersebutlah yang akan mempermudah pihak medis untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada si kecil. Umumnya, kelainan ini akan berada di titik kulminasinya khususnya saat si kecil berusia 6 hingga 12 tahun. Gejala hiperaktif pada anak-anak dan remaja akan sangat mudah dideteksi namun untuk dewasa gejala tersebut akan sedikit lebih sulit untuk diamati namun secara emosional gejala hiperaktif pada anak dewasa lebih kentara. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah:

  1. Sulit berkonsentrasi.
  2. Sulit menaati instruksi.
  3. Kerap kali tampak tidak mendengarkan.
  4. Gampang bosan.
  5. Tidak bisa diam atau cenderung gelisah.
  6. Sangat tidak sabar.
  7. Kerap kali lupa menaruh barang dan sering kehilangan barang.
  8. Sulit dalam memanage
  9. Seringkali tidak menyelesaikan tugas sampai selesai sebab kerap kali beralih ke tugas lain.
  10. Secara fisik sangat aktif
  11. Sering menyela pembicaraan orang lain.
  12. Kurang paham atas risiko buruk atau sesuatu yang berbahaya.

Cara Menangani Anak Hiperaktif

  1. Membangun kehidupan anak agar lebih terstruktur

Cara ini tidak berarti Anda sebagai orang tua harus menjadi sangat strict dan menuntut si kecil dengan disiplin kaku. Cara ini lebih mengarah kepada pemberian jadwal dan instruksi yang terstruktur tanpa membuat mereka merasa tertekan. Saat memberikan instruksi, coba sebutkan apa yang Anda perintahkan itu dengan cara yang spesifik.

  1. Menjaga waktu tidur setiap hari

Usahakan si kecil untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Ini akan sangat menolong mereka untuk patuh pada jadwal dan mengurangi aktivitas hiper yang biasa mereka lakukan. Usahakan si kecil tidak bermain video atau menonton TV sebelum tidur sebab ini akan sangat mengganggu waktu istirahatnya.

  1. Menerapkan Disiplin Positif

Saat anak membantu Anda setiap hari, usahakan untuk selalu mengapresiasinya dengan cara yang lebih spesifik. Seperti ucapkan terimakasih saat si kecil membantu Anda mengambilkan garpu dengan cara “Terimakasih telah membantu Ibu mengambil garpu” dengan begitu si kecil ADHD akan tahu jenis pekerjaan apa yang baik sehingga di kemudian hari mereka akan ingat bahwa mengambilkan garpu untuk ibu adalah sesuatu pekerjaan yang positif dan akan diapresiasi.

  1. Mengajak si kecil berolahraga dan beraktivitas di siang hari.

Meski tidak terlalu banyak dan tidak teralu berat, usahakan agar si kecil berolahraga meski sebentar pada siang hari. olahraga akan meningkatkan kualitas tidur si anak pada malam hari dan juga akan merangsang kinerja otak. Selain itu, hal ini juga akan membantu meningkatkan konsentrasi serta menurunkan kecemasan.

  1. Ciptakan suasana keluarga yang sehat dan harmonis

Suami istri dengan ikatan cinta dan kasih sayang yang kuat akan cenderung lebih tahan terhadap berbagai cobaan yang dilakukan oleh si kecil penderita ADHD. Usahakan untuk mengajak si kecil berbicara dan saat merespon si kecil pun Anda harus ekstra sabar dan tenang.

450Selain kelima cara diatas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan anak ADHD dengan memberikan TNM untuk si kecil setiap harinya. TNM adalah produk herbal alternative yang terbuat dari bahan-bahan alami dan telah mendapatkan sertifikat halal dan sehat dari BPOM. Hanya di http://vitaminanak.net/autis/ Anda akan mendapatkan produk TNM ini dengan pelayanan yang memuaskan. TNM sendiri akan membantu produksi serotonin pada otak dan juga akan membantu kesehatan seluler pada otak secara keseluruhan. Cukup dengan konsumsi TNM selama 3 bulan maka Anda akan mendapati perubahan yang cukup signifikan pada si kecil. TNM kaya akan asam amino methionine dan juga terpene yang akan membantu mengeluarkan zat asing pada hati dan darah seperti logam merkuri yang berpotensi menyebabkan gangguan hiperaktif. TNM akan menjadi cara menangani anak hiperaktif yang paling efektif.