Menangani Anak Autis yang Hiperaktif agar Bisa Berinteraksi dengan Masyarakat

Kebanyakan Orang Menganggap Bahwa Anak Yang Hiperaktif Merupakan Anak Autis. Padahal Anak Autis Berbeda Dengan Anak Hiperaktif

Menangani Anak Autis yang Hiperaktif agar Bisa Berinteraksi dengan Masyarakat

Menangani anak autis yang hiperaktif berbeda dengan menangani anak autis. Bagi kebanyakan orang menganggap bahwa anak yang hiperaktif merupakan anak autis. Padahal anak autis berbeda dengan anak hiperaktif. Namun bagaimana jika anak autis juga mengalami hiperaktif dalam dirinya? Perlu mengetahui dan memahami jauh lebih dalam anak autis yang tidak mengalami hiperaktif dan anak autis yang hiperaktif. Alangkah baiknya jika Anda mengetahui dulu perbedaan ciri-ciri anak autis dengan anak hiperaktif sehingga dapat mengetahui pula anak autis yang hiperaktif. Sehingga menangani anak autis yang hiperaktif bisa dilakukan jauh lebih dini agar anak autis yang hiperaktif bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan memiliki kehidupan normal seperti anak-anak yang lain.

Perbedaan Anak Autis dan Anak Hiperaktif

 

Anak Autis

Anak autis merupakan suatu kondisi yang dialami oleh seorang anak sejak lahir atau ketika masih balita. Kondisi yang dialami berupa gangguan perkembangan syaraf yang sangat kompleks sehingga membuat anak kesulitan dalam bersosialisasi, kesulitan dalam berkomunikasi, memiliki perilaku yang terbatas dan melakukan kegiatan yang berulang-ulang yang monoton. Gejala atau ciri lain yang dialami oleh anak autis diantaranya adalah lebih cenderung mengalami keterlambatan dalam berbicara ketika sudah berusia 3 tahun. Menggunakan bahasa yang tidak diketahui dan tidak biasanya digunakan oleh orang normal juga merupakan gejala anak mengalami autis. Anak autis tidak bisa berkomunikasi secara verbal dengan baik.

Ciri lain dari anak autis adalah mereka tidak bisa menatap mata orang lain ketika berbicara. Secara emosional, anak autis tidak dapat berinteraksi dengan teman seusianya. Anak autis juga tidak bisa bertindak secara spontan dan tidak memiliki empati. Dari segi perilaku, anak autis lebih suka menyendiri, bersifat penakut dan suka minder ketika bertemu orang lain. Mereka juga memiliki kegiatan yang aneh dan berulang-ulang serta terjadwal secara berlebihan. Mereka juga sangat fokus terhadap permainannya sehingga tidak ingin diganggu. Ciri yang terakhir adalah mereka berada pada gelombang otak yang paling rendah.

Anak Hiperaktif

Menangani Anak Autis yang Hiperaktif agar Bisa Berinteraksi dengan Masyarakat

Anak hiperaktif berbeda dengan anak autis.  Jika anak autis disebabkan oleh adanya gangguan perkembangan otak secara kompleks, sedangkan anak hiperaktif disebabkan oleh adanya gangguan pusat perhatian serta gangguan syaraf pada otak motorik. Anak hiperaktif memiliki gejala berupa ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian, pikiran dan konsentrasi. Mereka juga cenderung asik dengan dunianya sendiri. Kesulitan dalam berkomunikasi ketika berbicara dengan orang lain juga merupakan ciri atau gejala anak mengalami gangguan hiperaktif. Mereka juga sulit sekali diatur karena sulit untuk berhenti ketika beraktivitas dan sulit untuk duduk diam. Mereka cenderung mengikuti kata hati ketika melakukan sesuatu. Dan yang pasti anak hiperaktif memiliki aktivitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan anak yang autis.

Anak Autis Yang Hiperaktif

Dari penjelasan di atas, tentunya Anda sudah bisa membedakan antara anak autis dan anak hiperaktif. Namun bagaimana jika anak memiliki gejala dari kedua gangguan tersebut? Itu berarti anak mengalami gangguan autis yang hiperaktif. Anak autis yang hiperaktif menjadikannya lebih sulit untuk dibedakan akibat perpaduan dari kedua gangguan tersebut. Tetapi tidak mustahil untuk segera melakukan penanganan yang tepat serta pengoobatan yang bisa dilakukan agar anak autis yang hiperaktif tetap bisa bersosialisasi dengan baik terhadap orang-orang dan masyarakat sekitar.

Penyebab Anak Menderita Autis Yang Hiperaktif

Penyebab pertama anak menderita autis yang hiperaktif dikarenakan oleh kelahiran bayi secara prematur. Kondisi bayi yang lahir secara prematur mengakibatkan organ tubuh pada bayi belum sempurna. Hal ini dikarenakan oleh adanya kecelakaan akibat kurang bisa menjaga kondisi tubuh si ibu. Agar terhindar dari kelahiran prematur, ibu dianjurkan untuk melakukan olahraga teratur, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta melakukan cek secara berkala dengan dokter agar mengetahui perkembangan dan kesehatan janin. Penyebab berikutnya anak dapat menderita autis yang hiperaktif adalah terinfeksinya janin akibat adanya bakteri dan virus yang berbahaya. Adanya bakteri dan virus yang menginfeksi tubuh janin dalam kandungan akibat ibu yang kurang memperhatikan kesehatan selama masa kehamilan. Penyebab lain anak dapat mengalami autis yang hiperaktif adalah selama masa kehamilan ibu bayak mengkonsumsi obat-obat yang mengandung zat kimia. Tips bagi ibu hamil untuk mengurangi obat-obat dan dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Selain itu, ibu hamil tinggal di lingkungan yang terpapar zat-zat beracun sehingga mengakibatkan ibu dan janin terkontaminasi zat kimia berbahaya. Ibu hamil tidak melakukan gaya hidup sehat seperti merokok dan minum alkohol selama masa kehamilan. Penyebab terakhir anak mengalami gangguan autis yang hiperaktif adalah karena faktor keturunan. Keluarga yang memiliki riwayat gangguan autis dapat menurunkan gangguan autis lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki riwayat gangguan autis dalam keluarga.

Menangani Anak Autis Yang Hiperaktif Agar Bisa Bersosialisasi Dengan Masyarakat

Menangangi anak autis hiperaktif perlu dilakukan oleh berbagai pihak agar membantu anak autis memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi masalah serta dapat berinteraksi dengan orang lain. Orang tua harus lebih dahulu menyadari bahwa anak mengalami gejala autis hiperaktif. Mengidentifikasi masalah anak lebih dini dapat membantu anak mendapatkan perhatian dan perawatan yang lebih khusus agar anak terhindar dan tidak mengalami gangguan autis yang hiperaktif. Cara menangangi anak autis hiperaktif dapat menggunakan berbagai cara. Cara tersebut tentunya tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara orang tua, kerabat dekat, dokter dan masyarakat sekitar.

Cara yang bisa digunakan untuk menangangi anak autis hiperaktif adalah dengan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter. Obat yang diberikan pada anak autis yang hiperaktif untuk meningkatkan perhatian dan konsentrasi pada anak serta mengurangi sifat hiperaktif. Selain mengkonsumsi obat, anak yang mengalami autis yang hiperaktif dapat melakukan terapi yang bertujuan untuk membiasakan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan. Terapi juga bermanfaat bagi orang tua agar lebih memahami cara menghadapi dan merawat anak autis. Orang tua juga harus memperhatikan pola makan anak. Anak autis yang hiperaktif dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung MSG. Kandungan MSG tersebut dapat mengganggu perkembangan motorik dan nonmotorik anak.

450Agar gangguan autis yang hiperaktif pada anak segera berkurang, orang tua dapat mengkombinasikan antara obat, terapi, pola makan yang menyehatkan ditambah lagi mengkonsumsi vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin tersebut adalah TNM yang telah terbukti menyembuhkan gangguan autis, mampu membuang kelebihan zat logam pada otak, membantu mengurangi gangguan pertumbuhan pada otak serta memberikan asupan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh agar pertumbuhan anak berjalan normal. Dapatkan produk TNM melalui http://vitaminanak.net/autis/ dan lakukanlah pemesanan segera. Info selengkapnya silahkan masuk ke website http://vitaminanak.net/autis/.

4

Apa Itu TNM dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Untuk Info Lengkap Mengenai TNM Silahkan Tekan Tombol "Klik Disini" Di Bawah Ini 

3

Hey, Apakah Anak atau Kenalan Anda Menderita Autis?

Kami Bisa Mengirimkan Banyak Tips Masalah Autis Seperti Diatas ke Email Anda

Jangan Lewatkan Kesempatan Ini

Dapatkan Semua Tips Tentang Autis Sekarang, Gratis!

Isi Form Dibawah Ini !

(Rekomendasi Dokter)

enter website vitamin anak autis

Mohon Diisi Pak/Bu

Mohon Isi Nama Depan Anda

Mohon Isi Email Anda

Semoga Semua Anak Autis Di Indonesia Semakin Sehat Ke Depan Dengan Tips Autis Ini.

Bagikan Juga ke Teman-Teman Ya!