Menangani Anak Hiperaktif Perlukah Dibarengi Dengan Herbal Alami?

Cara Menangani Anak Hiperaktif Harus Dipadu Dengan Perawatan Nutrisi Alami Untuk Menjaga Sel Otak Anak Dalam Melakukan Kegiatan Sehari-Hari

Menangani anak hiperaktif membutuhkanMenangani anak hiperaktif membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus, sebab menghadapi anak hiperaktif membutuhkan kesabaran ekstra. Bagi orang awam anak hiperaktif identik dengan anak nakal yang sulit dinasihati dan terlalu agresif. Selain itu, anak hiperaktif juga kurang dapat berkonsentrasi, terlalu menuruti keinginan, dan sulit diatur. Masalah hiperaktif ini dikenal dengan nama Attention Deficit Disorder (ADD).

Padahal tidak selalu anak aktif termasuk hiperaktif. Tanda seorang anak merupakan anak hiperaktif dapat dilihat ketika masih bayi terus menerus menangis atau berteriak, sulit beristirahat dan tidur hanya sebentar. Gejala lainnya adalah anak ceroboh dalam melakukan sesuatu, tidak bisa diam, atau duduk sebentar.

Penyebab Dan Mengapa Anak Hiperaktif Harus Ditangani Sejak Dini?

menangani anak hiperaktif dengan benarBelum diketahui secara pasti penyebab anak hiperaktif, namun ada beberapa pemicu yang memungkinkan seorang anak menjadi hiperaktif. Yang pertama adalah keturunan, sebagian besar anak hiperaktif memiliki setidaknya satu orang kerabat yang ketika kecil mengalami masalah hiperaktif. Pemicu lain adalah kesehatan ibu ketika mengandung. Ibu yang menderita alergi, asma, eksim, atau migrain beresiko melahirkan anak dengan masalah hiperaktif. Ibu hamil yang mengalami alergi dan stres serta mengalami komplikasi ketika melahirkan juga berpotensi memiliki anak hiperaktif.

Umumnya orang tua tidak menyadari anaknya hiperaktif jika tidak melakukan pemeriksaan ke dokter. Biasanya anak hanya terlihat agresif dan nakal. Jika aktifnya anak masih tergolong wajar itu tidak menjadi masalah, namun jika sudah sampai tahap mengganggu dan menjadi masalah serius sebaiknya perlu dikonsultasikan pada dokter anak.

Pemeriksaan awal pada ahli tersebut dimaksudkan untuk mendapat anjuran mengenai penanganan yang tepat pada anak. Sebab perlu diketahui dulu penyebab pasti anak mengalami masalah hiperaktif, setelah itu akan didapat cara menangani anak hiperaktif dengan benar.

Gejala Anak Hiperaktif Dan Cara Menangani Anak Hiperaktif

anak hiperaktif kurang dapat berkonsentrasiMasalah hiperaktif pada anak biasanya terdeteksi ketika anak usia 4 tahun. Anak yang mengalami masalah hiperaktif sering tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya. Perhatiannya selalu teralih dari satu hal ke hal lain. Perkembangan motorik dan bahasa juga mengalami keterlambatan. Secara emosi juga tidak stabil, anak akan lebih cepat marah dan kurang dapat mengontrol diri. Selain itu, suasana hati juga labil, sebentar sedih, sebentar gembira.

Gejala yang sangat terlihat dari anak hiperaktif adalah gerakan mereka yang tidak bisa dikontrol. Anak hiperaktif tidak dapat duduk tenang, biasanya mereka akan menggoyang-goyangkan kaki dan badan, bahkan jatuh merosot dari tempat duduk. Anak hiperaktif juga tidak kenal lelah, justru semakin agresif ketika sudah mulai beraktifitas. Ketika mulai lelah, anak hanya membutuhkan minum dan kemudian akan lanjut beraktifitas kembali.

Daya konsentrasi anak hiperaktif umumnya rendah dan seolah-olah tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Anak akan banyak bicara dan sulit diam. Matanya juga tidak mau menatap lawan bicara secara langsung.

Apabila anak Anda mengalami gejala tersebut, jangan langsung memvonisnya memiliki masalah hiperaktif. Lakukan pengamatan terhadap perkembangan anak dan bandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Namun, jangan tunjukkan sikap membandingkan Anda di depan teman-temannya, karena akan memperburuk situasi si anak.

Jika setelah 6 bulan kondisi anak yang mengalami gejala di atas tidak mengalami perubahan, segera berkonsultasi pada dokter atau psikolog anak. Membiarkan hal tersebut berlangsung terus menerus hingga anak dewasa akan membuat mereka menjadi antisosial.

Dokter akan sangat berhati-hati ketika melakukan pemeriksaan pada anak yang diduga hiperaktif. Diperlukan kombinasi dari keterangan riwayat kesehatan, pemeriksaan medis, dan observasi perilaku anak. Kebanyakan masalah ADHD ini dialami anak laki-laki daripada anak perempuan.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Atau Cara Menangani Anak Hiperaktif

menangani anak hiperaktif berbeda dengan cara mendidikCara menangani anak hiperaktif berbeda dengan cara mendidik anak normal. Salah satu cara mengatasi anak hiperaktif adalah dengan bersikap tegas dalam menegakkan disiplin, tapi tidak dengan menghukum anak dengan berlebihan. Langkah pertama bisa dengan membuat perjanjian kecil agar anak memahami mana hal yang benar dan mana yang salah.

Yang paling penting dalam hal ini adalah menjaga komunikasi dengan si anak, lebih banyak bersabar, dan memberikan kasih sayang tulus. Berikan perhatian lebih pada segala tingkah lakunya supaya tetap terkontrol dan terkendali. Penyebab perilaku agresif anak biasanya dipicu perasan sedih atau merasa tersinggung karena sikap orang tua atau sesuatu.

Seringkali kesabaran orang tua diuji dengan perilaku anak yang aktif dan tidak bisa berhenti istirahat. Amarah orang tua akan membuat anak sedih, maka usahakan anak selalu dalam keadaan gembira. Membawa mereka ke dalam situasi yang mereka senangi adalah salah satu cara untuk membuat mood anak menjadi baik. Bisa juga dengan memberikan fasilitas yang mereka sukai, agar anak merasa tertarik melakukan sesuatu yang memang mereka senangi untuk membantu proses tumbuh kembang anak.

Untuk terapi secara medis, Anda dapat membawa anak untuk berkonsultasi kepada psikolog atau psikiater. Terapi ini biasanya dilakukan dengan sistem hadiah atau reward. Tujuan dari teknik ini agar anak dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memusatkan perhatian dan dapat bekerja sama.

kurangi juga kadar gula pada anak hiperaktifMemperhatikan asupan makanan anak juga merupakan suatu cara untuk mengurangi perilaku agresif anak. Nutrisi yang tepat untuk kebutuhan makan anak adalah dengan memperhatikan jenis karbohidrat yang tepat dan jumlah takarannya. Sebab karbohidrat adalah zat utama yang menentukan hiperaktifitas anak. Selain itu, kurangi juga kadar gula pada anak hiperaktif. Gula adalah sumber energi yang paling tinggi, jadi jika anak hiperaktif mengonsumsi gula dalam jumlah banyak maka akan menyebabkan energinya bertambah. Tentu saja keadaan ini akan semakin memperburuk kondisi hiperaktif anak.

Cara terakhir yang dapat dilakukan untuk menangani anak hiperaktif yaitu dengan menggunakan obat. Terapi obat dilakukan dengan cara memberikan obat khusus yang dikonsumsi setiap hari, supaya anak menjadi lebih tenang dan dapat dikontrol. Namun, terapi obat ini merupakan pilihan terakhir yang diberikan pada anak setelah terapi psikologis, nutrisi, akupuntur, dan terapi lainnya tidak membantu perkembangan pemulihan anak.

Terapi Herbal Dengan Konsumsi TNM Sebagai Alternatif Cara Menangani Anak Hiperaktif

250 (1)Sebenarnya ada cara alternatif yang dapat dilakukan untuk mengganti terapi obat. Caranya dengan mengonsumsi obat herbal alami, TNM. Ramuan ini dibuat dari bahan alami yang kaya zat Proxeronine, yang sangat dibutuhkan sel dalam tubuh. Senyawa ini berfungsi membuka pori-pori sel sehingga racun dapat keluar dan nutrisi akan masuk, maka sel akan kembali sehat.

Salah satu penyebab munculnya masalah hiperaktif pada anak adalah adanya syaraf yang rusak, tapi dengan TNM yang dapat mengatasi penyakit hingga ke tingkat sel masalah ini dapat diatasi. Tentu saja butuh kedisiplinan dan rutin selama melakukan terapi herbal TNM.

Anda tidak perlu kuatir dengan pemakaian jangka panjang, karena minuman jus ini tidak menimbulkan efek samping dan sudah teruji keamanannya. TNM juga ampuh melindungi sistem saraf otak dari radikal bebas. Minuman ini juga bermanfaat meningkatkan sistem imun tubuh. Jika Anda tertarik menggunakan TNM sebagai cara menangani anak hiperaktif dapat memesannya melalui http://vitaminanak.net/autis/.

 

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara menangani anak hiperaktif tentunya jauh berbeda dengan menangani anak normal pada umumnya. Yang jelas, memiliki anak hiperaktif akan memerlukan waktu perawatan yang lebih lama dan lebih intens jika dibandingkan dengan menangani anak normal seusianya. Untuk itu, sebagai orang tua bijak yang selalu bersyukur atas karunia Tuhan dalam wujud apapun, orang tua harus senantiasa belajar dan mencari tahu bagaiamana cara menangani anak hiperaktif agar si kecil senantiasa berkembang ke arah yang positif. ADHD merupakan gangguan jangka panjang yang terjadi bahkan hingga yang bersangkutan menginjak usia dewasa. ADHD bisa mengenai siapa saja tetapi umumnya anak dengan karakter ini identik dengan mereka yang kesulitan dalam belajar.

Definisi Hiperaktif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Hiperaktif adalah suatu kondisi dimana seorang subyek kesulitan untuk megontrol aktivitasnya sendiri dan juga sulit mengendalikan respon yang diberikan pada stimulus yang ada di sekelilingnya. Hiperaktif sering pula disebut dengan ADHD yang merupakan abreviasi dari attention deficit hyperactivity disorder. Seorang anak dengan diagnosa ADHD memiliki kekurangan dalam meng-fokus-kan perhatiannya atau disebut juga inatensi. Karakter tingkah lakunya cenderung aktif, tidak bisa diam, dan juga impulsive. Anak dengan ciri yang tidak bisa fokus pada suatu hal dalam perkembangannya akan kesulitan untuk fokus pada satu titik dan perhatiannya sangat mudah teralihkan. Dan, anak dengan karakter inipun sangat mudah lupa. Dia juga akan mudah gelisah apalagi saat sedang duduk. Sisi negative yang paling menonjol adalah pada relasi sosialnya dimana anak penderita ADHD akan cenderung tidak sabar mengantre, emosional dan juga suka mengganggu kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Anak dengan kelainan ADHD akan cenderung memiliki karakter inatensi atau hiperaktif-impulsif dan bisa juga kombinasi dari kedua jenis ADHD tersebut. Umumnya, kelainan ADHD telah diidap sejak kecil. Kelainan ini bisa menjadi jauh lebih parah ketika yang bersangkutan tersebut telah masuk dalam komunitas tertentu dimana anggota dari komunitas tersebut adalah orang yang benar-benar lain dan bukan anggota keluarganya. Riset membuktikan bahwa penderita ADHD umumnya berjenis kelamin laki-laki dengan intensitas gangguan paling parah pada usia 6-12 tahun.

Penyebab Hiperaktif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Cara Menangani Anak Hiperaktif yang Efektif

Hingga saat ini, apa penyebab pasti dari ADHD atau anak dengan tingkah laku hiperaktif belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan seorang anak akan  berpotensi mengidap kelainan ADHD. Faktor-faktor tersebut adalah:

  1. faktor genetic

faktor genetic berkaitan dengan adanya anggota keluarga yang juga mengalami penyakit ADHD. Ada kecenderungan penyakit ini akan menurun pada si anak jika salah satu dari kedua orang tuanya mengidap hal yang sama.

  1. faktor kelahiran premature

faktor kelahiran premature yang disebabkan oleh banyak pemicu juga sangat mungkin menjadi penyebab seorang anak akan tumbuh dengan kelainan ADHD.

  1. faktor kelainan pada pusat sistem saraf

faktor ini cukup mendominasi pemicu ADHD atau gangguan hiperaktif pada si kecil. Kelainan pada sistem saraf pusat disebabkan oleh banyak hal seperti kurangnya porsi elemen pendukung fungsi otak ataupun adanya zat asing yang menganggu kinerja otak sehingga otak tidak bisa berfungsi secara maksimal.

  1. Kerusakan otak selama si kecil berada di dalam kandungan.

Ada cukup banyak penyebab kerusakan ini seperti si ibu yang mengonsumi obat-obatan terlarang dan juga minuman keras khususnya saat hamil, si kecil mengalami keracunan setelah lahir atau si ibu mengalami keracunan saat si anak masih dalam kandungan.

Gejala hiperaktif

Ada cukup banyak gejala ADHD atau anak dengan gangguan hiperaktif terkait tingkah lakunya. Gejala tersebutlah yang akan mempermudah pihak medis untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada si kecil. Umumnya, kelainan ini akan berada di titik kulminasinya khususnya saat si kecil berusia 6 hingga 12 tahun. Gejala hiperaktif pada anak-anak dan remaja akan sangat mudah dideteksi namun untuk dewasa gejala tersebut akan sedikit lebih sulit untuk diamati namun secara emosional gejala hiperaktif pada anak dewasa lebih kentara. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah:

  1. Sulit berkonsentrasi.
  2. Sulit menaati instruksi.
  3. Kerap kali tampak tidak mendengarkan.
  4. Gampang bosan.
  5. Tidak bisa diam atau cenderung gelisah.
  6. Sangat tidak sabar.
  7. Kerap kali lupa menaruh barang dan sering kehilangan barang.
  8. Sulit dalam memanage
  9. Seringkali tidak menyelesaikan tugas sampai selesai sebab kerap kali beralih ke tugas lain.
  10. Secara fisik sangat aktif
  11. Sering menyela pembicaraan orang lain.
  12. Kurang paham atas risiko buruk atau sesuatu yang berbahaya.

Cara Menangani Anak Hiperaktif

  1. Membangun kehidupan anak agar lebih terstruktur

Cara ini tidak berarti Anda sebagai orang tua harus menjadi sangat strict dan menuntut si kecil dengan disiplin kaku. Cara ini lebih mengarah kepada pemberian jadwal dan instruksi yang terstruktur tanpa membuat mereka merasa tertekan. Saat memberikan instruksi, coba sebutkan apa yang Anda perintahkan itu dengan cara yang spesifik.

  1. Menjaga waktu tidur setiap hari

Usahakan si kecil untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Ini akan sangat menolong mereka untuk patuh pada jadwal dan mengurangi aktivitas hiper yang biasa mereka lakukan. Usahakan si kecil tidak bermain video atau menonton TV sebelum tidur sebab ini akan sangat mengganggu waktu istirahatnya.

  1. Menerapkan Disiplin Positif

Saat anak membantu Anda setiap hari, usahakan untuk selalu mengapresiasinya dengan cara yang lebih spesifik. Seperti ucapkan terimakasih saat si kecil membantu Anda mengambilkan garpu dengan cara “Terimakasih telah membantu Ibu mengambil garpu” dengan begitu si kecil ADHD akan tahu jenis pekerjaan apa yang baik sehingga di kemudian hari mereka akan ingat bahwa mengambilkan garpu untuk ibu adalah sesuatu pekerjaan yang positif dan akan diapresiasi.

  1. Mengajak si kecil berolahraga dan beraktivitas di siang hari.

Meski tidak terlalu banyak dan tidak teralu berat, usahakan agar si kecil berolahraga meski sebentar pada siang hari. olahraga akan meningkatkan kualitas tidur si anak pada malam hari dan juga akan merangsang kinerja otak. Selain itu, hal ini juga akan membantu meningkatkan konsentrasi serta menurunkan kecemasan.

  1. Ciptakan suasana keluarga yang sehat dan harmonis

Suami istri dengan ikatan cinta dan kasih sayang yang kuat akan cenderung lebih tahan terhadap berbagai cobaan yang dilakukan oleh si kecil penderita ADHD. Usahakan untuk mengajak si kecil berbicara dan saat merespon si kecil pun Anda harus ekstra sabar dan tenang.

450Selain kelima cara diatas, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan anak ADHD dengan memberikan TNM untuk si kecil setiap harinya. TNM adalah produk herbal alternative yang terbuat dari bahan-bahan alami dan telah mendapatkan sertifikat halal dan sehat dari BPOM. Hanya di http://vitaminanak.net/autis/ Anda akan mendapatkan produk TNM ini dengan pelayanan yang memuaskan. TNM sendiri akan membantu produksi serotonin pada otak dan juga akan membantu kesehatan seluler pada otak secara keseluruhan. Cukup dengan konsumsi TNM selama 3 bulan maka Anda akan mendapati perubahan yang cukup signifikan pada si kecil. TNM kaya akan asam amino methionine dan juga terpene yang akan membantu mengeluarkan zat asing pada hati dan darah seperti logam merkuri yang berpotensi menyebabkan gangguan hiperaktif. TNM akan menjadi cara menangani anak hiperaktif yang paling efektif.